plh
Program
Adiwiyata: Sekolah Berbasis Lingkungan
Pendidikan Lingkungan Hidup di
Indonesia telah diupayakan oleh berbagai pihak sejak awal tahun 1970-an. Selama
ini, pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup dilakukan oleh masing-masing
pelaku pendidikan lingkungan hidup secara terpisah. Dewasa ini,
disadari bahwa berbagai upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam
pendidikan lingkungan hidup perlu dicermati oleh seluruh pemangku kepentingan
agar efektivitas pengembangan pendidikan lingkungan hidup menjadi lebih
terencana, konsisten dan terstruktur.
Menyikapi hal tersebut, Kementerian Negara
Lingkungan Hidup pada tahun 2006 mencanangkan Program ADIWIYTA sebagai tindak
lanjut dari MoU pada tgl 3 Juni 2005 antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan
Menteri Pendidikan Nasional.
Kata ADIWIYATA berasal dari 2 kata
Sansekerta “ADI” dan “WIYATA”. ADI mempunyai makna besar, agung, baik, ideal,
atau sempurna. WIYATA mempunyia makna tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu
pengetahuan, norma dan etika dalam berkehidupan sosial. Bila kedua kata
tersebut digabung, maka secara keseluruhan ADIWIYATA mempunyai makana : Tempat yang
baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai
norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya
kesejahteraan hidp kita dan menuju kepada cita-ciat pembangunan berkelanjutan.
Program Adiwiyata
merupakan salah satu dari Program Kementerian Negara Lingkungan
Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga
sekolah dalam upaya pelstarian Lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan
bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.
Program Adiwiyata bertujuan untuk
menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah agar dapat menjadi tempat
pembelajaran dan penyadaran warga sekolah (guru, murid dan karyawan
sekolah) yang diwujudkan dalam :
a.
Pengembangan Kebijakan
Sekolah peduli dan berbudaya Lingkungan
b.
Pengembangan Kurikulum
berbasis Lingkungan
c.
Pengembangan Kegiatan
Lingkungan berbasis partisipatif
d.
Pengembangan
dan pengelolaan sarana pendukung sekolah berbudaya Lingkungan. Misalnya : Hemat
Energi/penggunaan energi alternative, penghematan air, pengelolaan sampah
dengan prinsip 3R (reduse, reuse, recyle)
Keuntungan dalam mengikuti Program
Adiwiyata antara
lain adalah :
·
Meningkatkan
efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah dan penggunaan
berbagai sumber daya
·
Meningkatkan
penghematan sumbe dana melalui pengurangan konsumsi berbagai sumber daya dan
energi.
·
Menjadi
tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang nilai-nilai pemeliharaan dan
pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar
·
Menciptakan
kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah
Sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata
2008 di Regional Sumapapua
Prov. Sulsel
1.
SD
Islam Athirah Bukit Baruga Makassar (Sertifikat Calon Model Sekolah Adiwiyata
2008)
Prov. Sulut :
1.
SMP
Negeri 2 Bitung (Sekolah Model Adiwiyata)
2.
SMA
Negeri 7 Manado (Sertifikat Calon Model Sekolah Adiwiyata 2008)
Prov. Maluku Utara :
SMA Negeri 4 Ternate (Sertifikat Calon
Model Sekolah Adiwiyata 2008)
Prov. Gorontalo :
SMK Negeri 1 Gorontalo (Sertifikat Calon
Model Sekolah Adiwiyata 2008)
Bentuk
kegiatan pembinaan yang dilakukan di SD Athirah Bukit Baruga Tahun 2007 :
1. Koordinasi Pengembangan Program PST dengan
Stakeholder
a. Diseminasi
(Workshop) Pengembangan Sekolah Ramah Lingkungan.
Workshop ini akan membahas tentang rencana
dan konsep percontohan sekolah hijau (green school) dengan
berbagai stakeholder terkait, seperti antara lain Bapedalda Propinsi Sulsel,
Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Sulsel, Bapedalda Kota Makassar, Dinas
Pendidikan Nasional Kota Makassar, ______
b. Diseminasi Program Sekolah Ramah
Lingkungan bagi Komite Sekolah
Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan
tentang garis besar kegiatan green school kepada orang
tua siswa yang tergabung dalam komite sekolah.
2. Workshop/Pelatihan Lingkungan Hidup bagi
Guru-guru Sekolah
Pelatihan kepada guru-guru tentang
berbagai aspek lingkungan hidup/ekosistem. Bahan diskusi dalam kegiatan ini
merupakan bahan yang akan ditransfer oleh guru maupun fasilitator kepada siswa.
3. Outdoor Activity (Field Study) bagi Siswa
Kegiatan ini bermanfaat untuk mendorong siswa
untuk peduli dengan lingkungannya (mengasah sense of ecology) serta berguna
dalam membangun keterikatan emosional maupun spiritual siswa dengan
lingkungannya dan Sang Pencipta. Kegiatan ini juga akan mendorong siswa untuk
sering mamanfaatkan alam sekitarnya atau ekosistem sebagai kelas hidup (natural
classrooms).
4. Media Informasi-Komunikasi Lingkungan
Kegiatan penyediaan beberapa media
informasi komunikasi Lingkungan hidup bermanfaat untuk mendorong penyebarluasan
isu Lingkungan hidup, serta meningkatkan kepedulian berbagai pihak akan isu
tersebut.
5. Pemetaan Kondisi Lingkungan secara
Partisipatif
Melakukan pemetaan lingkungan sekolah
partisipatif, mengajak siswa mengenali lingkungan terdekatnya, dari sini siswa
diajak mendiskusi solusi yang mudah yang bisa diterapkan, dari kegiatan ini
dapat diketahui kebutuhan tentang sarana dan prasarana untuk
lebih meng”green”kan kawasan sekolah tersebut meliputi sarana dan prasarana
hijau, koleksi tanaman, dll.
6. Monitoring dan Evaluasi
Pelaksanaan pemantauan (monitoring) dan
evaluasi terhadap seluruh proses kegiatan proyek percontohan dari awal kegiatan
sampai akhir kegiatan dan ekspose. Kegiatan ini bermanfaat untuk membangun alur
yang sesuai dalam pencapaian tujuan, melalui beberapa feedback maupun perbaikan
dari kegiatan monitoring dan evaluasi.(*)

Komentar
Posting Komentar